Ajang olahraga antarkampus kembali menjadi sorotan ketika Rektor Cup 2026 digelar Universitas Nusa Mandiri di Jakarta Timur. Pertandingan padel yang berlangsung Sabtu, 5 September 2026, di Numa Padel, Jalan Raya Jatiwaringin No. 2, Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, tidak hanya menguji ketangkasan, tetapi juga merajut komunikasi lintas perguruan tinggi. Bagi pembaca di Lumajang dan Jawa Timur, semangat serupa relevan sebagai inspirasi kegiatan sehat yang mempertemukan mahasiswa di luar ruang kuliah.
Peserta datang dari delapan institusi, yakni Universitas Bina Sarana Informatika, Universitas Nusa Mandiri, Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Negeri Jakarta, Cyber University, BINUS, serta Universitas Budi Luhur. Mereka saling berhadapan di lapangan dengan antusiasme tinggi, namun suasana tetap diwarnai persahabatan.
Lokasi dan format pertandingan padel
Numa Padel dipilih sebagai venue utama karena fasilitasnya mendukung pertandingan yang dinamis. Olahraga padel, yang semakin dikenal di kalangan muda urban, menjadi medium praktis untuk memperkenalkan kompetisi santai namun kompetitif di lingkungan akademik. Susunan peserta lintas kota menunjukkan bahwa jarak geografis tidak menghalangi pertemuan olahraga.
Panitia menempatkan sportivitas sebagai nilai utama. Meskipun skor menjadi penentu di lapangan, interaksi di sela pertandingan justru membuka ruang percakapan informal antar dosen, staf, dan mahasiswa dari kampus berbeda.
Pesan rektor soal kolaborasi pendidikan
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang hadir. Ia menilai gelaran tahun ini layak menjadi titik awal kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.
“Harapan kami, tahun ini menjadi awal yang baik. Kami tentu akan menunggu kembali Bapak dan Ibu di tahun mendatang dengan lebih banyak teman-teman yang bisa bergabung bersama,” ujar Prof. Dwiza. Ia menekankan bahwa lawan di lapangan tetap dapat menjadi mitra di dunia pendidikan.
Prof. Dwiza juga mengundang kampus lain memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada secara bersama. Tujuannya mendorong perkembangan olahraga mahasiswa lintas institusi, termasuk peluang kemitraan yang lebih terstruktur.
Manfaat jejaring di luar ruang akademik
Kegiatan semacam Rektor Cup memberi ruang membangun komunikasi yang jarang tercipta di forum formal. Sivitas akademika berkesempatan berbagi pengalaman pengelolaan kemahasiswaan, minat olahraga, hingga ide program bersama tanpa sekat birokrasi yang kaku.
Bagi lingkungan kampus di daerah, termasuk di Lumajang, model pertemuan berbasis olahraga dapat ditiru dalam skala lokal: turnamen sederhana antar fakultas atau antar perguruan tinggi di Jatim yang menonjolkan kesehatan, fair play, dan perluasan jejaring.
- Memperkenalkan padel ke komunitas kampus secara lebih luas
- Menjaga semangat persatuan setelah pertandingan usai
- Membuka peluang pakai fasilitas olahraga secara bergiliran
- Menumbuhkan kontribusi positif lewat kolaborasi pendidikan
Harapan keberlanjutan untuk tahun depan
Rektor Cup 2026 diposisikan bukan sekadar seremoni tahunan. Kehadiran peserta dari Bandung, Jakarta, dan kampus lain menegaskan olahraga efektif mempertemukan orang dalam suasana sehat dan kebersamaan.
Prof. Dwiza menutup dengan ajakan menjaga semangat yang sama: berjalan lebih sehat, terus membangun, dan berkolaborasi untuk Indonesia. Ia berharap gelaran berikutnya menarik lebih banyak institusi, sehingga dampaknya terasa lebih luas bagi mahasiswa.
Dengan fakta peserta, lokasi, dan pesan resmi yang jelas, ajang ini menjadi contoh konkret bahwa kompetisi olahraga kampus dapat berjalan seiring penguatan silaturahmi. Portal daerah seperti Lumajang News mencatatnya sebagai referensi pola kegiatan positif yang bisa diadaptasi sesuai konteks setempat, tanpa mengurangi makna sportivitas yang diusung UNM.
Sumber: Republika.
