Pemerintah pusat menindaklanjuti dampak gempa magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026), sambil menegaskan langkah darurat agar aktivitas belajar dan pemulihan hunian tidak terhenti. Bagi pembaca di Lumajang dan Jawa Timur, rangkaian respons ini menjadi cermin pentingnya kesiapsiagaan daerah saat bencana datang beruntun.
Di lokasi pengungsian, Presiden menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur yang rusak sudah disiapkan secara bertahap. Untuk keamanan siswa dan guru, kegiatan sekolah diarahkan berlangsung di tenda terlebih dahulu hingga kondisi dinilai lebih stabil oleh para ahli.
Sekolah darurat dan batas waktu keamanan
Prabowo menjelaskan, langkah sementara dijalankan agar sekolah segera bisa dibuka kembali tanpa mengorbankan keselamatan. Ia mengutip penilaian ahli bahwa masyarakat perlu bersabar hingga sekitar maksimal tiga minggu sebelum situasi relatif aman secara menyeluruh.
Keputusan tersebut menempatkan tenda sebagai ruang belajar darurat, sementara penilaian struktural bangunan sekolah dan fasilitas publik terus berjalan. Pendekatan ini menekankan prioritas nyawa dan kelangsungan pendidikan di fase kritis pascagempa.
Perbaikan rumah serta hunian sementara
Selain soal pendidikan, Presiden berjanji pemerintah akan segera memperbaiki rumah warga yang rusak dan membangun hunian sementara atau huntara. Ia menegaskan negara tidak membiarkan korban menghadapi dampak bencana sendirian.
Dalam penuturannya di Nagekeo, Prabowo memastikan kehadiran pemerintah pusat berlanjut melalui bantuan teknis dan dukungan pemulihan. Bupati setempat juga menyampaikan gagasan agar kabupaten lebih produktif setelah fase tanggap darurat; Presiden menyatakan dukungan agar warga kembali hidup layak dan sejahtera.
Bantuan Rp200 miliar ke provinsi dan delapan kabupaten
Pada kesempatan yang sama, disalurkan bantuan sebesar Rp200 miliar untuk penanganan gempa di NTT. Rinciannya meliputi Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT serta masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Saat memimpin rapat penanganan di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Presiden menanyakan apakah dana Rp20 miliar per kabupaten sudah sampai. Kepala BNPB Letjen Suharyanto memastikan bantuan telah diterima pemerintah daerah dan diingatkan hanya untuk keperluan penanganan bencana, bukan keperluan lain.
- Rp40 miliar untuk Provinsi NTT
- Rp20 miliar masing-masing untuk delapan kabupaten terdampak di Flores dan sekitarnya
- Pengawasan penggunaan dana diarahkan khusus pada kebutuhan korban dan pemulihan
Lumbung cadangan dan apresiasi daerah
Prabowo mendorong setiap provinsi dan kabupaten memiliki lumbung cadangan pangan serta logistik darurat. Jika daerah belum memilikinya, pemerintah pusat menyatakan kesiapan membantu pembangunan gudang dan stok persiapan agar respons bencana lebih cepat.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut. Menurutnya, bantuan ke seluruh kabupaten di Pulau Flores dan alokasi provinsi sangat membantu percepatan layanan bagi pengungsi serta penguatan operasi di lapangan.
Presiden menutup penekanan dengan komitmen membangun NTT dan wilayah lain secara merata—dari kabupaten, kecamatan, hingga desa—agar rakyat hidup lebih baik. Untuk publik Lumajang, berita ini mengingatkan bahwa koordinasi pusat-daerah, disiplin penggunaan dana bencana, dan penyiapan lumbung cadangan merupakan pelajaran lintas wilayah yang relevan kapan saja risiko alam meningkat.
Sumber: Liputan6.
