Tren konsumsi etis kian memengaruhi pilihan produk sehari-hari, termasuk di kategori perawatan perempuan. PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) melalui merek Charm merespons arah tersebut dengan meluncurkan produk edisi terbatas berkemasan kertas dan berbahan bio material, disertai program edukasi lingkungan bagi pelajar. Langkah ini disampaikan dalam keterangan pers pada Selasa, 8 September 2026, sebagai bagian dari komitmen bisnis berkelanjutan menjelang momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Bagi pembaca di Lumajang dan wilayah Jawa Timur lainnya, isu pemilihan produk yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan semakin relevan. Generasi muda di daerah pun mulai mempertimbangkan dampak sampah kemasan dan bahan baku. Inisiatif merek nasional seperti Charm menjadi rujukan bagaimana industri dapat menyeimbangkan kebutuhan konsumen dengan upaya pelestarian sumber daya.
Program edukasi menjangkau ribuan siswi di Jakarta
Charm menjalankan program “School to School Extra Maxi” yang berlangsung sejak April 2026. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 2.000 siswi SMP dan SMA di Jakarta. Fokusnya tidak hanya pada pemilihan pembalut sesuai kebutuhan, tetapi juga penanaman kebiasaan hidup ramah lingkungan sejak usia sekolah.
Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menegaskan bahwa kegiatan edukasi ini membawa misi lebih luas. Menurutnya, program tersebut bertujuan menginspirasi generasi muda agar membiasakan gaya hidup yang menjaga bumi, bukan sekadar memahami spesifikasi produk. Pendekatan ini menempatkan kesadaran konsumen muda sebagai fondasi perubahan jangka panjang.
Riset internal soroti minat remaja pada produk ramah lingkungan
Peluncuran Charm Extra Maxi Bio Materials Eco Friendly Package ukuran 23 cm dilandasi riset internal Unicharm tahun 2025. Temuan tersebut menggambarkan kepedulian lingkungan yang cukup tinggi di kalangan remaja. Hampir 30 persen responden siswi SMP menyatakan bersedia membayar lebih mahal untuk pembalut yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, sekitar 25 persen responden menempatkan faktor ramah lingkungan sebagai pertimbangan utama saat memilih pembalut untuk pemakaian siang hari. Data ini menjadi dasar perusahaan menyesuaikan strategi produk agar selaras dengan preferensi generasi muda yang semakin selektif terhadap dampak ekologis barang konsumsi.
Bio material, kemasan kertas, dan pemanfaatan limbah sawit
Produk edisi terbatas tersebut memakai bio material berupa organic cotton, botanical oil, dan bahan dari tumbuhan tebu pada lapisan top sheet yang bersentuhan langsung dengan kulit. Kemasannya terbuat dari kertas sehingga lebih mudah terurai dan dapat didaur ulang. Desain karakter Chaca pada kemasan juga memungkinkan wadah tersebut dimanfaatkan kembali sebagai tempat penyimpanan, mendukung prinsip reuse.
Sebagian lapisan karton luar atau outer box memanfaatkan material Empty Fruit Bunch (EFB), yakni limbah tandan kosong kelapa sawit. Pemanfaatan limbah ini diarahkan untuk menekan volume sampah industri dan menghemat sumber daya alam. Pendekatan tersebut dipadukan dengan slogan perusahaan “Ethical Living for SDGs” yang menekankan solusi konsumsi bertanggung jawab.
Arti penting bagi konsumen daerah dan arah industri
Meskipun kegiatan edukasi yang disebut berlangsung di Jakarta, pesan konsumsi etis relevan bagi keluarga dan pelajar di Lumajang. Pemahaman tentang kemasan yang dapat didaur ulang, bahan bio material, serta daur ulang limbah pertanian dapat mendorong kebiasaan belanja yang lebih sadar di pasar lokal. Industri FMCG yang menyesuaikan portofolio dengan target SDGs juga memberi sinyal bahwa daya saing merek kian terkait dengan kredibilitas lingkungan.
Secara keseluruhan, kombinasi inovasi produk terbatas, pemanfaatan material alternatif, dan edukasi di sekolah memperlihatkan upaya Unicharm menempatkan keberlanjutan dalam strategi merek Charm. Konsumen di berbagai daerah, termasuk Jatim, dapat menjadikan informasi ini sebagai bahan pertimbangan saat memilih produk perawatan harian yang sejalan dengan prinsip tanggung jawab lingkungan.
Sumber: Sindo News.
