HEADLINE
Indeks
Nasional

BMW X5 mati total di Kuningan, Dishub tunggu towing bengkel

Insiden BMW X5 Kuningan yang mati total sempat menghambat arus di Jakarta Selatan dan memaksa petugas menunggu bantuan teknis khusus. Peristiwa itu menjadi pengingat bagi pengemudi, termasuk warga Lumajang yang sering bepergian ke ibu kota, agar memastikan kondisi kendaraan sebelum melintas di koridor padat.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan memastikan unit mewah tersebut tidak bisa langsung diangkat dengan derek dinas. Kondisi mesin dan sistem yang padam total membuat roda tak bisa digeser sedikit pun, sehingga prosedur standar penderekan tidak dapat diterapkan.

Alasan teknis mengapa derek dinas tidak dipakai

Kepala Sudinhub Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, menjelaskan kendaraan mengalami mati total. Tanpa kemampuan didorong, titik angkat dan pengamanan roda menjadi berisiko jika dipaksakan dengan armada biasa.

Menurut keterangannya pada Kamis, 3 September 2026, evakuasi akhirnya bergantung pada teknisi serta unit towing dari bengkel resmi merek tersebut. Proses itu memakan waktu berjam-jam karena harus menunggu kedatangan tim khusus, bukan karena petugas absen di lokasi.

Selama mobil masih berada di badan jalan, petugas tetap mengamankan area dan mengatur arus. Catatan kegiatan Sudinhub menyebut unsur Setiabudi mengarahkan lalu lintas roda empat di Jalan Dr. Satrio arah timur yang terdampak kemacetan.

Lokasi macet dan dampak di koridor Satrio

Gangguan terpusat di kawasan Kuningan, khususnya ruas Jalan Prof. Dr. Satrio. Antrean kendaraan membengkak karena satu unit mogok menutup sebagian lajur pada jam sibuk, sehingga waktu tempuh pengguna jalan melonjak jauh di atas kondisi normal.

Video dan unggahan warganet memperlihatkan situasi macet yang dialami pengendara dari arah MRT Bendungan Hilir menuju kawasan perkantoran. Banyak yang mengaku terhambat puluhan menit hanya untuk menempuh jarak yang biasanya singkat.

Respons pemilik di media sosial

Pemilik yang menamai diri Yola mengakui mobil itu miliknya melalui akun Threads. Ia menuturkan sedang menuju RS Siloam ketika kendaraan tiba-tiba padam total. Derek Dishub sudah datang, namun unit tak bisa digerakkan sama sekali hingga teknisi BMW dan towing bengkel tiba sekitar tiga jam kemudian.

Dalam unggahannya, Yola meminta maaf karena mengganggu aktivitas pagi warga. Sebagian netizen mengapresiasi keberaniannya mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ada pula yang mengkritik karena mobil mati total tidak bisa didorong sehingga memperparah antrean.

  • Mobil mogok total dan tidak dapat didorong.
  • Evakuasi menunggu teknisi serta towing bengkel resmi.
  • Petugas Dishub tetap mengatur lalu lintas di lokasi.
  • Pemilik menyampaikan permintaan maaf di media sosial.

Pelajaran bagi pengemudi dari Lumajang dan daerah lain

Bagi pembaca di Lumajang, kasus ini menegaskan pentingnya perawatan rutin, terutama sebelum perjalanan jauh ke Jakarta atau kota besar lain. Kendaraan berteknologi tinggi sering membutuhkan prosedur evakuasi khusus saat sistem kelistrikan atau transmisi terkunci, berbeda dengan mobil yang masih bisa digeser manual.

Kesiapan ban cadangan, kontak darurat bengkel resmi, serta pemahaman jalur padat dapat mengurangi risiko menjadi sumber kemacetan. Petugas di lapangan tetap berwenang mengatur arus, namun kecepatan normalisasi jalan sangat bergantung pada jenis kerusakan dan ketersediaan alat angkut yang sesuai.

Hingga berita ini dirangkum, konfirmasi tambahan dari pemilik belum diperoleh media sumber. Yang jelas, kombinasi mogok total, keterbatasan derek umum, dan kepadatan Kuningan membuat normalisasi memakan waktu lebih lama dari dugaan awal masyarakat.

Pengalaman di koridor Satrio tersebut layak dijadikan bahan evaluasi pengemudi di mana pun, termasuk di jalur padat Lumajang–Jember atau saat mudik ke ibu kota, agar gangguan teknis pribadi tidak berujung mengorbankan waktu ratusan pengguna jalan lain.

Sumber: Liputan6.

Tag: BMW X5 mogok, Kuningan Jakarta, Dishub Jakarta Selatan, kemacetan Satrio, towing bengkel resmi, lalu lintas Jaksel, mobil mati total, evakuasi kendaraan