HEADLINE
Indeks
Nasional

Seoul Usulkan Belanja Hankam 2027 Naik Tajam, Siapkan Alih Kendali Perang

Pemerintah Korea Selatan mengajukan usulan anggaran pertahanan Korsel tahun 2027 dengan kenaikan signifikan. Kementerian Pertahanan di Seoul merancang lonjakan 8,2 persen, level tertinggi sejak 2008, seiring kebutuhan modernisasi dan pengalihan kendali operasional masa perang. Kabar ini relevan dipantau pembaca di Lumajang dan Jawa Timur karena menyangkut dinamika keamanan kawasan Asia yang kerap memengaruhi stabilitas perdagangan dan diplomasi regional.

Menurut laporan yang dikutip dari kantor berita Yonhap, usulan itu membawa total belanja hankam menjadi 73,27 triliun won, atau sekitar 53,5 miliar dolar AS. Angka tersebut melampaui pos anggaran 2026 yang masih berada di kisaran 67,7 triliun won (sekitar 49,5 miliar dolar AS). Proporsi terhadap produk domestik bruto juga naik tipis, dari 2,28 persen menjadi 2,33 persen dari proyeksi PDB.

Lonjakan tertinggi dalam hampir dua dekade

Kenaikan 8,2 persen bukan sekadar penyesuaian rutin. Sejak 2008, Seoul belum pernah mengusulkan ekspansi belanja pertahanan sebesar itu dalam satu tahun anggaran. Langkah ini menandai prioritas politik dan militer yang lebih tegas terhadap kesiapan tempur serta kemandirian operasional.

Pejabat pertahanan menekankan bahwa kenaikan tersebut disusun bertahap. Pemerintah Korea Selatan menargetkan porsi hankam mencapai 3,5 persen dari PDB pada 2035. Target jangka panjang itu memberi kerangka multi-tahun bagi industri pertahanan dalam negeri dan pengadaan sistem senjata utama.

Alokasi besar untuk peralatan dan OPCON

Dari total usulan, sekitar 21,3 triliun won dialokasikan khusus untuk pengembangan peralatan militer utama. Pos ini berkaitan langsung dengan rencana pengalihan kendali operasional masa perang, atau OPCON, dari Amerika Serikat kepada pihak Korea Selatan.

Pengalihan OPCON membutuhkan kesiapan komando, sensor, komunikasi, dan sistem senjata yang andal. Tanpa investasi memadai, proses tersebut berisiko tertunda. Karena itu, porsi 21,3 triliun won menjadi penopang teknis sekaligus simbol komitmen Seoul untuk memegang kendali penuh atas pasukannya di masa konflik.

Konteks kawasan dan dampak tidak langsung bagi Indonesia

Meski keputusan anggaran ini bersifat domestik Korea Selatan, getarannya terasa di Asia Timur dan Asia Tenggara. Modernisasi militer tetangga utara-selatan semenanjung Korea sering memicu penyesuaian postur di negara mitra maupun pesaing. Bagi Indonesia, termasuk daerah seperti Lumajang yang terhubung pada rantai pasok dan isu maritim nasional, pemantauan tren hankam kawasan membantu memahami arah kerja sama pertahanan dan stabilitas jalur perdagangan.

Tidak ada perubahan kebijakan hankam Indonesia yang diumumkan sehubungan langsung dengan usulan Seoul. Namun, pola belanja negara mitra strategis tetap menjadi rujukan analisis bagi pengamat dan pembuat kebijakan di tingkat pusat.

Jadwal usulan dan catatan verifikasi

Usulan Kementerian Pertahanan Korea Selatan untuk tahun anggaran 2027 disampaikan dan dilansir pada Selasa, 1 September 2026. Angka resmi yang beredar mencakup total 73,27 triliun won, kenaikan 8,2 persen, porsi 2,33 persen PDB, serta target 3,5 persen PDB pada 2035. Alokasi 21,3 triliun won untuk peralatan terkait OPCON menjadi poin krusial dalam paket tersebut.

  • Total usulan 2027: 73,27 triliun won (sekitar USD53,5 miliar)
  • Anggaran 2026: 67,7 triliun won (sekitar USD49,5 miliar)
  • Kenaikan tahunan: 8,2 persen (tertinggi sejak 2008)
  • Porsi PDB: 2,33 persen (naik dari 2,28 persen)
  • Target 2035: 3,5 persen PDB
  • Dana peralatan OPCON: 21,3 triliun won

Sebagai portal daerah, Lumajang News menyampaikan ringkasan ini agar pembaca memperoleh konteks internasional tanpa kehilangan ketepatan data. Perkembangan berikutnya bergantung pada proses pembahasan anggaran di parlemen Korea Selatan serta realisasi program modernisasi yang menyertai pengalihan OPCON. Pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk menilai apakah target porsi PDB dan kesiapan operasional berjalan sesuai jadwal.

Sumber: Sindo News.

Tag: Korea Selatan, anggaran pertahanan, OPCON, belanja hankam, Asia Timur, Yonhap, modernisasi militer, keamanan kawasan