Tim relawan gabungan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Pertamina Foundation, dan warga setempat berhasil menyalurkan bantuan Pertamina NTT hingga ke Dusun Watu Hedok, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Lokasi perbukitan itu sebelumnya belum terjangkau bantuan sejak gempa terjadi, sehingga kehadiran tim menjadi penopang penting bagi warga yang bertahan di tenda darurat.
Bagi pembaca di Lumajang dan wilayah Jawa Timur lainnya, keterlibatan relawan Regional Jatimbalinus menegaskan bahwa jaringan operasional Pertamina di kawasan ini turut bergerak cepat merespons kebutuhan kemanusiaan di luar pulau. Distribusi dilakukan langsung ke korban yang masih menunggu dukungan logistik dasar.
Perjalanan menantang menuju Dusun Watu Hedok
Dusun Watu Hedok berjarak sekitar 15 kilometer dari Kecamatan Reok. Tim menempuh perjalanan kurang lebih satu jam melewati jalan berbatu sebelum akhirnya tiba di kawasan puncak bukit. Menurut Erly Yeniska Hermitasari, relawan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, akses menuju dusun mengharuskan penyeberangan sungai selebar sekitar 100 meter dengan ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa.
Setelah menyeberang, rombongan masih harus mendaki jalan setapak sambil mengangkut paket bantuan. Sandal basah mengering sendiri di sepanjang perjalanan kaki. Di dataran landai puncak bukit, tim menemukan sekitar 18 bangunan rumah yang tersusun membentuk huruf U, dengan tenda darurat di bagian tengah sebagai tempat istirahat anak-anak dan lansia.
Jenis logistik dan kondisi warga di lokasi
Bantuan yang dibawa meliputi bahan makanan, obat-obatan, terpal, matras, serta perlengkapan bayi. Dusun tersebut dihuni sekitar 45 kepala keluarga. Di antara warga terdapat anak-anak, lansia, dan penderita stroke yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Gempa susulan yang masih mungkin terjadi membuat warga enggan tidur di dalam rumah.
Cuaca setempat digambarkan ekstrem: siang terasa sangat panas, malam dingin seperti di dataran tinggi. Situasi itu memperberat kondisi pengungsi yang mengandalkan tenda bersama. Kehadiran paket logistik dan obat-obatan menjadi pasokan pertama yang masuk ke kawasan perbukitan tersebut dari jalur Pertamina Peduli.
Respons warga dan arti kehadiran relawan
Salah satu warga, Rudolfus Wol, menyampaikan rasa syukur atas kedatangan relawan. Ia menilai uluran tangan itu menjawab masa penantian berhari-hari tanpa bantuan yang memadai. Sambutan haru muncul ketika paket logistik dibagikan langsung di tengah tenda darurat.
Erly menekankan bahwa prioritas penyaluran diarahkan pada kelompok rentan. Tim tidak hanya mengantar barang, tetapi juga memastikan penempatan bantuan dapat digunakan segera untuk tidur, perlindungan dari cuaca, dan kebutuhan bayi. Pendekatan tatap muka ini dinilai lebih tepat untuk dusun yang sulit dijangkau kendaraan besar.
- Bahan makanan siap distribusi ke keluarga terdampak
- Obat-obatan untuk kebutuhan medis dasar
- Terpal dan matras bagi tenda darurat
- Perlengkapan bayi bagi keluarga yang memiliki balita
Jaringan Jatimbalinus dan kelanjutan kepedulian
Keterlibatan relawan dari Regional Jatimbalinus memperlihatkan koordinasi lintas wilayah dalam skema Pertamina Peduli. Meskipun pusat kejadian berada di Nusa Tenggara Timur, dukungan personel dan logistik dari struktur regional Jawa Timur–Bali–Nusa Tenggara turut memperkuat daya jangkau hingga pelosok Manggarai Timur.
Upaya serupa diharapkan berlanjut seiring pemulihan akses dan pemetaan kebutuhan medis lanjutan, terutama bagi lansia serta warga dengan penyakit kronis. Penguatan posko mandiri warga dan rute distribusi tetap menjadi perhatian agar dusun-dusun setara Watu Hedok tidak terlewat.
Secara keseluruhan, penyaluran ke Dusun Watu Hedok menandai langkah konkret membuka isolasi bantuan di titik yang paling sulit. Kolaborasi relawan perusahaan, yayasan, dan warga lokal menjadi model respons cepat yang relevan dipantau publik, termasuk masyarakat Lumajang yang mengikuti isu kemanusiaan nasional melalui portal daerah.
Sumber: Sindo News.
