Kasus pengeroyokan Pejompongan yang menewaskan warga setempat terus menjadi perhatian publik, termasuk pembaca di daerah seperti Lumajang yang memantau isu keamanan nasional. Polisi telah merilis sketsa wajah dua orang yang diduga kuat terlibat dalam penyerangan terhadap Bambang Setiyawan (59). Peristiwa itu terjadi di tengah kerusuhan demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Hingga kini, kedua terduga pelaku masih dalam pengejaran. Aparat menegaskan proses hukum berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi agar identitas dan motif penyerangan semakin jelas. Informasi sketsa wajah diharapkan membantu masyarakat mengenali dan melapor jika mengetahui keberadaan orang yang dimaksud.
Kronologi singkat dan korban tewas
Bambang Setiyawan, warga Pejompongan berusia 59 tahun, meninggal dunia setelah digerebek massa dalam situasi kerusuhan yang menyertai aksi demonstrasi. Lokasi kejadian berada di kawasan Pejompongan, wilayah yang padat aktivitas warga dan lalu lintas ibu kota.
Penegak hukum menekankan bahwa kekerasan yang berujung kematian tidak dapat ditoleransi, terlepas dari konteks unjuk rasa. Penyelidikan difokuskan pada siapa yang melakukan pukulan atau penyerangan langsung, serta apakah ada pihak lain yang mendorong aksi tersebut.
Sketsa wajah dua terduga dan status pengejaran
Polisi secara terbuka mengungkap sketsa wajah dua terduga pelaku pengeroyokan. Langkah ini diambil agar publik dapat membantu mengidentifikasi orang yang dicari tanpa menunggu lama. Kedua sosok itu belum tertangkap dan menjadi prioritas operasi pencarian.
Pengejaran dilakukan secara terkoordinasi. Setiap petunjuk dari warga, rekaman, atau keterangan saksi dipertimbangkan untuk mempersempit ruang gerak terduga. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri bila mengenali wajah pada sketsa, melainkan segera menghubungi aparat.
Pemeriksaan 14 saksi mempererat bukti
Sebanyak 14 orang saksi telah diperiksa dalam rangkaian penyidikan. Keterangan mereka menyangkut urutan kejadian, ciri fisik pelaku, serta situasi kerumunan saat kerusuhan berlangsung. Pemeriksaan saksi menjadi tulang punggung untuk menguatkan dugaan dan menyusun berkas perkara.
Dengan jumlah saksi yang cukup banyak, polisi berupaya menghindari kerancuan fakta di lapangan yang sering muncul pada peristiwa massal. Setiap pernyataan dicocokkan agar gambaran peristiwa lebih utuh dan dapat dipertanggungjawabkan di proses hukum selanjutnya.
Imbauan keamanan dan pantauan warga daerah
Meski pusat kejadian berada di Pejompongan, berita kekerasan saat demonstrasi sering dipantau warga di berbagai daerah, termasuk Lumajang, Jawa Timur. Isu ketertiban umum dan perlindungan warga sipil menjadi perhatian bersama agar unjuk rasa tetap damai dan tidak merenggut nyawa.
Kepolisian mengingatkan peserta aksi maupun masyarakat umum untuk menjauh dari kericuhan, mematuhi arahan petugas, serta tidak ikut tersebar rumor yang memanas. Kerja sama publik dinilai krusial agar dua terduga segera ditemukan dan proses peradilan berjalan transparan.
Penyidikan masih berlanjut. Rilis sketsa wajah, pemeriksaan belasan saksi, serta operasi buru tersangka menjadi rangkaian langkah resmi yang diumumkan terkait kematian Bambang Setiyawan. Perkembangan berikutnya bergantung pada temuan lapangan dan partisipasi warga yang melihat atau mengenal orang pada sketsa tersebut.
Sumber: Okezone.
